Ancaman Tech Neck Karena Terlalu Lama Menggunakan Gadget

Bagi masyarakat awam, mungkin masih asing dengan istilah ini, tech neck. Memang, ini merupakan istilah medis yang menunjuk pada adanya gangguan leher. Gangguan leher ini pastinya bukan tanpa sebab. Salah satu penyebabnya adalah menggunakan gadget dalam waktu lama. Bagaimana penjelasan lengkap tentang gangguan ini? Mengapa menggunakan gadget merupakan salah satu penyebab terbesarnya? Dan, bagaimana pula cara pencegahannya? Berikut ini uraian lebih lengkapnya.

# Tentang Tech Neck

Seperti dijelaskan sebelumnya, tech neck merupakan gangguan yang terjadi pada leher, tepatnya rasa nyeri pada leher dan pundak. Pada saat seseorang menunduk dalam waktu lama, leher akan mendapatkan beban berat daripada dalam posisi normal. Bahkan, menurut seorang ahli tulang belakang dari New York bernama Kenneth Hansraj yang pernah melakukan penelitian, bahwa posisi kepala yang menunduk sekitar 60 derajat akan menyebabkan leher seperti menopang koper seberat 27 kg di atas kepala. Berbeda halnya jika kepala dalam posisi tegak normal, maka beban yang dibawa hanya seberat beban kepala saja.

Untuk kegiatan biasa, tidak mungkin orang akan betah menunduk dalam waktu lama. Berbeda halnya jika Anda sedang menggunakan gadget. Menundukkan kepala dalam waktu panjang tidak akan terasa karena saking asyiknya melihat konten gadget, apa pun alasannya. Tak heran jika gangguan akan banyak menyerang mereka yang setiap harinya tidak bisa lepas dari gadget.

# Cara Mencegah Terjadinya Tech Neck

Karena gadget memberi kontribusi terbesar untuk munculnya tech neck alias nyeri leher dan pundak, maka cara satu-satunya untuk mencegah kemunculannya adalah dengan membatasi pemakaian gadget. Sesibuk apa pun Anda dan seurgent apa pun pekerjaan yang berkaitan dengan gadget, Anda harus disiplin untuk membatasi penggunaannya. Sebab, jika hal ini dibiarkan dalam waktu lama, kondisi tech neck ini akan semakin parah, bahkan bisa menyebabkan kerusakan tulang belakang secara permanen, Pastinya Anda tidak menginginkan hal tersebut terjadi, bukan? Oleh karena itu, lakukan pencegahan selagi belum terjadi. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?

Tags: